Selamat Datang di Era Hijau

Selamat datang di era hijau. Mari menduniakan alam hijau ini selagi kita mampu.

Jagalah Warna Bumi Kita

Haruskah Bumi Kehilangan Warnanya?Kita rasa tidak. Mari kita jaga warna bumi kita agar tetap cerah.

Selamatkan Bumi, Selamatkan Hidup Kita

Dengan ikut menyelamatkan bumi, kita turut serta dalam menjaga kelangsungan hidup kita.

Jangan Sampai Kita Kehilangan Alam

Jangan sampai kita kehilangan alam kita. Jika kita kehilangan alam, tak ada yang berarti untuk kita wariskan kepada generasi mendatang.

Jagalah Alam

Jagalah Alam, jangan kau kotori. Jagalah alam, warisan generasi.

Tampilkan postingan dengan label Hutan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hutan. Tampilkan semua postingan

Lingkungan Juga Butuh Kebangkitan


Abad-21 yang lazim dikenal dengan abad pengetahuan ( knowledge age ), kehidupan berbangsa tentu dihadapkan pada tantangan yang berbeda jika dibandingkan dengan beberapa puluh tahun sebelumnya. Abad yang juga sering disebut sebagai era globalisasi ini telah menghadirkan sejumlah tantangan pembangunan diberbagai aspek kehidupan berbangsa, khususnya aspek lingkungan hidup.
            Misalnya saja masalah perambahan hutan, sampai Juni 2012 jumlahnya mencapai 30 juta hektar. Sedangkan pelepasan kawasan hutan oleh Kementerian Kehutanan di 22 propinsi mencapai 12 juta hektar. Sasaran pelepasan kawasan hutan ini adalah kawasan ekspansi perkebunan kelapa sawit dan tambang di Sumatera, Kalimantan, Maluku, dan Papua. Padahal berdasarkan analisis WALHI ( Wahana Lingkungan Hidup Indonesia ), perusak utamanta bergerak disektor tambang dan pertambangan. WALHI juga berpendapat, permasalahan lingkungan hidup pada tahun 2013 tidak akan jauh berbeda dibandingkan dengan tahun sebelumnya, selama pemerintah terus mengutamakan kepentingan industri.
            Di tahun 2013 yang bertepatan dengan 105 tahun bangsa Indonesia melakukan pergantian paradigma perjuangan dari semua berebasiskan lokal dan kedaerahan ke paradigma perjuangan yang berbasiskan kebangsaan. Kementerian Lingkungan Hidup melakukan penerapan sangsi administrasi berupa teguran tertulis, paksaan pemerintah, pembekuan izin, dan pencabutan izin perusahaan pertambangan yang dilakukan dalam upaya penegakan hukum lingkungan. Upaya ini terkait dengan masalah pembuangan limbah dan dampak pada pH air dan kualitas udara ambient.
            Selain melalui kebijakan-kebijakan yang ditetapkan oleh pemerintah, peran aktif dari masyarakat dan generasi muda juga berpengaruh terhadap keberhasilan upaya pelestarian dan pengawasan terhadap lingkungan. Upaya yang dapat dilakukan oleh masyarakat antara lain, menanam pohon dilingkungan sekitar tempat tinggal, menghemat penggunaan air tanah, dan daur ulang limbah-limbah yang sulit terurai.
            Dan momen Kebangkitan Nasional ini sudah seharusnya dimanfaatkan untuk lebih meningkatkan dan memperbaiki upaya-upaya pelestarian yang telah dilakukan menuju kearah yang lebih baik, dan dampak yang lebih besar bagi kehidupan masyarakat.

Pendidikan Hijau Terapan ? Pentingkah ?

Alam adalah salah satu sumber daya alam yang sangat penting bagi kehidupan seluruh makhluk hidup. Jika alam kita tak lagi terawat, maka begitu pula dengan nasib makhluk yang hidup di dalamnya. Untuk itu, dibutuhkan pengenalan dan penanaman sikap kealaman di berbagai bidang.Salah satunya adalah dalam bidang pendidikan.  Sekarang, berbagai kurikulum diterapkan, pelajaran - pelajaran baru diwacanakan. Indonesia pun tak luput untuk menerapkan berbagai inovasi baru dalam bidang pendidikannya.
Salah satu dari inovasi terbaru di Indonesia adalah diintegrasikannya masalah lingkungan hidup dalam berbagai mata pelajaran yang lain. Contohnya : Dalam Bahasa Indonesia, murid diberi tugas untuk menuangkan idenya tentang lingkungan dalam berbagai bentuk, mulai cerpen,puisi,poster,dan karya ilmiah. Pelajaran lain pun tak ingin ketinggalan, Biologi, dalam teorinya  ikut memberikan tentang pengertian lingkungan, cara menyelamatkan lingkungan, dan masih banyak teori lainnya. Bahkan, di beberapa sekolah diajarkan pelajaran PLH ( Pendidikan Lingkungan Hidup) kepada siswa.
Namun, pertanyaan utama kita apakah seluruh hal yang diajarkan kepada siswa itu dapat berpengaruh pada kehidupan nyata? Jika tidak, apakah tidak rugi teori - teori yang diajukan selama ini? Padahal kita membutuhkan praktik nyata dari generasi penerus bangsa ini untuk menyelamatkan lingkungan kita yang hampir kehilangan tajinya.
Untuk itu, alangkah lebih baiknya bila pengintegrasian lingkungan hidup dalam bidang pendidikan lebih menanamkan pada praktik dan tidak melulu menyuapi siswa-siswinya menggunakan teori - teori yang terkadang dianggap oleh siswa sebagai angin kabar yang tak perlu diperhatikan. Sehingga nama pelajarannya adalah PLT(Pendidikan Lingkungan Terapan)
Semoga, tulisan singkat ini dapat menjadi sebuah pertimbangan bagi kita semua untuk semakin menghijaukan alam kita

Mengabdi Kepada Bumi, Mengapa Tidak?


          Mengabdi untuk bumi ? Sebelum kita lebih jauh membicarakannya, mari kita kaji terlebih dahulu apa arti kata "Mengabdi" itu sendiri.Kita semua tau bahwasanya manusia diciptakan untuk menjadi khalifah atau pemimpin di muka bumi.  Untuk menjadi seorang pemimpin itu membutuhkan pengabdian dan dedikasi yang tinggi dengan apa yang kita pimpin. Sejauh ini bisa dikatakan bahwa "Mengabdi" berarti "menghambakan diri" namun tidak dalam pengertian yang mutlak. Maksudnya, "Mengabdi" bukan bisa diartikan kita menghambakan diri sepenuhnya, akan tetapi kita mencoba untuk "menghambakan" kebaikan dan kemampuan kita
pada sesuatu yang kita pimpin namun tidak dalam artian mutlak
           Sebenarnya untuk "sekedar" mengabdi pada bumi bukanlah hal yang sulit untuk dilakukan. Karena, mengabdi memanglah menjadi tugas kita semua sebagai manusia. Tuhan telah menciptakan bumi dengan alam semesta yang terbentang luas bukan tanpa maksud dan tujuan. Mari kita kutip salah satu ayat dalam Al-Quran "Dan tidak aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah" ( QS. Ad-Dzariyat : 56 ). Nah sudah jelas kan apa sebenarnya maksud dan tujuan Tuhan menciptakan kita semua, yakni untuk beribadah kepada-Nya. Beribadah itu bisa juga kita lakukan dengan berbuat baik. Berbuat baik kepada sesama juga lingkungan sekitar. 
            Sebagai bentuk pengabdian dan bentuk rasa syukur kita kepada Tuhan karena telah menciptakan kita sebagai manusia,  mari kita mengabdi pada "Bumi" dengan berbuat baik kepadanya, kita jaga supaya dia tetap "sehat", kita rawat dia ketika dia "sakit", dan kita lindungi dia dari "penjahat-penjahat" yang menyakitinya. Dengan sedikit kebaikan yang kita lakukan untuk bumi, mungkin bumi akan tersenyum melihat kita. Mulailah kebaikan itu dengan hal kecil. Seperti membuang sampah pada tempat sampah, memakai listrik dengan bijaksana, tidak membuang-buang air bersih, menanam pohon, dan masih banyak kebaikan yang bisa kita lakukan pada bumi tercinta. So, mari kita mengabdi untuk bumi untuk ciptakan kedamaian dimasa depan. (MRA~)